PENGARUH PENGGUNAAN TOOTH MOUSSE TERHADAP WHITE SPOT PADA ANAK DI DESA LAMREUNG TAHUN 2022

Authors

  • Niakurniawati Author
  • Sisca Mardelita Author

Keywords:

tooth mousse, white spot, anak

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut anak di Indonesia perlu mendapatkan perhatian serius dari tenaga kesehatan.

Berdasarkan pemeriksaan awal terhadap 15 anak di Desa Lamreung diperoleh nilai d = 28, e = 7, dan f = 2 dengan

jumlah 37 dalam kategori rendah. Data Puskesmas Darul Imarah menunjukkan bahwa pada anak usia 6–14 tahun

selama Januari hingga November 2021 terdapat 42 kasus karies gigi. Salah satu tanda awal terjadinya karies adalah

white spot. Penggunaan tooth mousse yang mengandung casein phosphopeptide-amorphous calcium phosphate

(CPP-ACP) dapat membantu proses remineralisasi gigi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui

pengaruh penggunaan tooth mousse terhadap white spot pada anak di Desa Lamreung tahun 2022. Metode:

Penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan desain one group pre-test post-test. Sampel dipilih

menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 April sampai dengan 12 Mei

2022 pada 16 anak di Desa Lamreung. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired T-Test. Hasil: Hasil

penelitian menunjukkan bahwa setelah penggunaan tooth mousse, sebanyak 15 anak (93,8%) mengalami

perubahan white spot dan 1 anak (6,2%) tidak mengalami perubahan. Hasil uji Paired T-Test diperoleh nilai p =

0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh penggunaan tooth mousse terhadap white spot. Kesimpulan:

Terdapat pengaruh penggunaan tooth mousse terhadap white spot pada anak di Desa Lamreung tahun 2022. Anak

diharapkan dapat menjaga kesehatan gigi dengan baik dan orang tua disarankan lebih memperhatikan kesehatan

gigi anak sejak dini untuk mencegah munculnya white spot.

Downloads

Published

2026-06-30