PENCEGAHAN INFEKSI SILANG BAGI TENAGA KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI POLI GIGI
Keywords:
kepatuhan, alat pelindung diri, infeksi silang, tenaga kesehatan gigi, poli gigiAbstract
Selama pandemi COVID-19, kebutuhan alat pelindung diri (APD) meningkat, sedangkan
ketersediaannya di rumah sakit dan puskesmas masih belum mencukupi. Kondisi tersebut menyebabkan tenaga
kesehatan harus menyediakan APD secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan perlindungan selama memberikan
pelayanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan tenaga kesehatan gigi dan mulut dalam
pencegahan infeksi silang melalui penggunaan alat pelindung diri (APD) di poli gigi. Metode: Penelitian ini
menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel ditentukan menggunakan teknik
purposive sampling yang terdiri dari 24 terapis gigi dan mulut serta 9 dokter gigi, dengan jumlah keseluruhan
sebanyak 33 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,6% tenaga kesehatan gigi dan mulut
berada pada kategori tidak patuh dalam penggunaan APD. Selain itu, sebanyak 69,7% tenaga kesehatan di poli
gigi menggunakan alat pelindung diri secara tidak lengkap. Kesimpulan: Kepatuhan tenaga kesehatan gigi dan
mulut dalam pencegahan infeksi silang melalui penggunaan APD sebagian besar berada pada kategori tidak patuh,
serta sebagian besar tenaga kesehatan menggunakan APD secara tidak lengkap. Tenaga kesehatan gigi dan mulut
disarankan untuk selalu menggunakan alat pelindung diri secara lengkap dalam memberikan pelayanan kesehatan.